Jumat, 09 Maret 2018
Rabu, 28 Februari 2018
Ujikom Internal 2018
Ujikom Internal SMK Al-Muawanah 2018
Uji Kompetensi ( UJIKOM ) adalah salah satu program yang ada pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang pelaksanaannya pada semester ke VI atau ketika siswa sudah berada pada tahap akhir pembelajaran di sekolah.
Ujikom ini ada dua jenis :
1. Ujikom Internal
2. Eksternal
SMK Al-Muawanah salah satu SMK yang berada di Tasikmalaya, untuk tahun ini akan melaksanakan kegiatan ini, dimana waktu pelaksanaannya adalah tanggal 28-29 untuk Ujikom Internal dan tanggal 10 Maret untuk Ujikom External.
Untuk Ujikom Internal Alhamdulillah telah kami laksanakan tepatnya kemarin tanggal 28/03/2018 s.d 01/03/2018 dengan berjalan lancar, dengan dilaksanakan Ujikom Internal ini mudah-mudahan menjadi salah satu pelecut bagi siswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujikom External yang dimana seperti diketahui bahwa penguji Ujikom External adalah langsung dari DU/DI yang berkompeten di bidangnya.
Sebagai bahan dokumentasi berikut Admin sertakan beberapa poto kegiatan dalam pelaksanaan Ujikom Internal
Selasa, 13 Februari 2018
Fungsi Sistem Operasi Komputer
PENGERTIAN DAN FUNGSI
SISTEM OPERASI KOMPUTER
Sistem operasi komputer adalah seperangkat program yang beroperasi dalam pengelolaan sumber daya perangkat keras komputer dan juga berperan dalam melakukan kontrol terhadap operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak (software) beragam aplikasi yang biasa digunakan oleh para pengguna komputer seperti program pengolah data dan lainnya. Sistem operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem operasi komputer merupakan software tingkat pertama yang berjalan pada saat komputerdinyalakan, sistem operasi ini diletakkan pada memori komputer yaitu Hardisk. Setelah sistem operasi berjalan, maka software-software lainnya dapat dijalankan. Sistem operasi inilah yang memberikan layanan inti umum terhadap software lain yang dijalankan, layanan inti umum tersebut berupa skeduling task, manajemen memori, antar-muka user, dan akses ke disc. Bagian kode yang melakukan layanan inti umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu sistem operasi.
Sistem operasi komputer berperan dalam menjamin setiap aplikasi yang berbeda dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Selain itu, sistem operasi juga memberikan kontribusi penuh dalam menghubungkan kinerja lapisan hardware dan lapisan software. Sistem operasi akan mengatur jadwal dari aplikasi-aplikasi yang berjalan secara bersamaan, sehingga setiap aplikasi mendapatkan waktu yang tepat dan cukup untuk menggunakan CPU dan juga memori, jadi tidak akan saling mengganggu kinerja masing-masing aplikasi.
Fungsi Sistem Operasi Komputer
- Sebagai penghubung antara pengguna dangan program aplikasi.
- Sebagai pengatur penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para user.
- Sebagai pengawas penggunaan perangkat keras, program aplikasi dan user (resource allocator).
- Sebagai pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
Fungsi Gateway
Pengertian dan Fungsi Gateway
Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda.
Istilah gateway merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer yang berbeda-beda.Salah satu contoh penggunaan gateway adalah pada email, sehingga pertukaran email dapat dilakukan pada sistem yang berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama. Dalam pengertian teknis, istilah ini mengacu pada pengaturan hardware maupun software yang menerjemahkan antara dua protokol yang berbeda.
Pengertian yang lebih umum untuk istilah ini adalah sebuah mekanisme yang menyediakan akses ke sebuah sistem lain yang tehubung dalam sebuah network. Host yang digunakan untuk mengalihkan lalu lintas jaringan dari satu jaringan ke jaringan lain, juga digunakan untuk melewatkan lalu lintas jaringan dari satu protokol ke protokol lain. Dipergunakan untuk menghubungkan dua jenis jaringan komputer yang arsitekturnya sama sekali berbeda. Jadi gateway lebih kompleks daripada bridge. Gateway dapat diaplikasikan antara lain untuk menghubungkan IBM SNA dengan digital DNA, LAN (Local Area Network) dengan WAN (Wide AreaNetwork).
Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar. Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar. Gateway juga bisa diartikan sebagai komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih.
Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data, Mekanisme ini disebut Firewall.
Fungsi Gateway
Salah satu fungsi pokok gateway adalah melakukan protocol converting, agar dua arsitektur jaringan komputer yang berbeda dapat saling berkomunikasi.
Minggu, 11 Februari 2018
Makna Logo TKJ
Makna Logo TKJ SMK Al-Muawanah
Bentuk
luar logo membentuk
hexsagon (segi enam modif) : keterampilan,
dan nilai seni. Diadopsi dari sarang lebah “berbentuk segi enam yang dapat menyimpan
madu dalam jumlah besar” dengan wadah seperti ini supaya dapat menampung berbagai
ilmu pengetahuan dan mengambil manfaatnya untuk diamalakan dan diberikan
kembali kepada orang lain.
Makna warna pada logo tersebut
adalah:
- Kuning :
Optimis, Ceria, Bersinar
- Biru : Ketenangan, Ketulusan dan Sukses.
- Hitam : Kekuatan, Elegan, Berkeyakinan dan Teguh
- Putih : Ketenangan, Kesucian
- Monitor
: Berwawasan luas
- Kabel :
Selalu menjaga hubungan/koneksi
- Gelombang Elektro : Sharing ilmu pengetahuan kepada sesama
- Komputer (Host) : Suatu titik awal dalam menggali semua pengetahuan
Artikel Lain :
- Profil TKJ SMK Al-Muawanah
- Profil Sekolah
Kamis, 08 Februari 2018
Pengertian Bilangan Biner
Pengertian Bilangan Biner

Bilangan Biner atau dalam Bahasa Inggris “Binary” adalah sebuah jenis penulisan angka menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner adalah sebuah dasar dari semua bilangan berbasis digital. Dari bilangan biner kita bisa mengkonversi ke bilangan desimal. Sistem bilangan biner bisa juga disebut dengan bit atau Binary digit. Pengelompokan biner dalam istilah komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Jangan sampai salah antara byte dan bit itu berbeda, 1 byte sama dengan 8 bit. Sistem coding komputer secara umum menggunakan sistem coding 1 byte. Bilangan biner yang digunakan itu ada 8 digit angka yang hanya berisikan angka 1 dan 0, tidak ada angka yang lain.
Sistem bilangan Biner pertama kali digunakan di awal abad 70-an oleh Thomas Harriot. Dalam bilangan biner sama seperti bilangan lainnya, berlaku juga penambahan biner, pengurangan biner, perkalian biner dan pembagian biner.
Bilangan biner merupakan bagian dari sistem bilangan basis 2, di mana bilangan-bilangan dibentuk hanya dengan menggunakan angka 0 dan 1. Tidak seperti bilangan desimal yang merupakan sistem bilangan berbasis 10, sistem bilangan biner berbasis 2. Sistem bilangan ini dirancang oleh Pingala.
Sistem bilangan ini berfungsi sebagai dasar dari teknologi komputer modern. Bilangan biner digunakan untuk informasi biner dan juga satuan ukuran besarnya data. Bilangan biner digunakan sebagai satuan besar data dalam bentuk bit dan byte. 1 digit biner mewakili 1 bit, dan 8 digit biner mewakili 1 byte.
Sistem bilangan ini berfungsi sebagai dasar dari teknologi komputer modern. Bilangan biner digunakan untuk informasi biner dan juga satuan ukuran besarnya data. Bilangan biner digunakan sebagai satuan besar data dalam bentuk bit dan byte. 1 digit biner mewakili 1 bit, dan 8 digit biner mewakili 1 byte.
Cara Mengubah Bilangan Desimal ke Biner
Mengubah bilangan desimal ke biner dapat dilakukan dengan terus-menerus membagi bilangan tersebut dengan 2 sampai bilangan tersebut habis (sampai hasil bagi yang didapat adalah 0). Sisa pembagian tiap dilakukannya pembagian diurutkan terbalik dari kanan ke kiri, urutan angka-angka 1 dan 0 tersebut akan membentuk bilangan biner dari bilangan desimal tersebut.
Agar dapat lebih mudah dimengerti, berikut contoh mengubah bilangan desimal 6 menjadi bilangan biner:
Pertama-tama bagi 6 dengan 2, sisa pembagian yang didapat adalah 0, hasil pembagian adalah 3. Pembagian 3 dengan 2 memberikan sisa bagi 1 dan hasil bagi 1. Mulai dari sisa bagi 1 yang terakhir ini, tambahkan sisa bagi sebelumnya secara terurut, sehingga didapat bilangan biner '110'. Bilangan biner '110' merupakan representasi bilangan biner dari bilangan desimal 6.
6 ÷ 2 = 3 (sisa 0) ---> bilangan biner = '0'
3 ÷ 2 = 1 (sisa 1) ---> bilangan biner = '10'
1 ÷ 2 = 0 (sisa 1) ---> bilangan biner = '110'
Cara Mengubah Bilangan Biner ke Desimal
Mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing digit dengan 2 pangkat bilangan tertentu, bilangan yang menjadi pangkat dari angka 2 tersebut ditentukan sesuai dengan posisi digit tersebut. Digit biner paling kanan dikalikan dengan 20, digit kedua dari kanan dikalikan dengan 21, dan seterusnya. Agar dapat lebih mudah dimengerti, berikut contoh mengubah bilangan biner '101' menjadi bilangan desimal.
Menghitung bilangan desimal dari bilangan biner '101':
Bilangan desimal dari biner '101':
= (1×22) + (0×21) + (1×20)
= (1×4) + (0×2) + (1×1)
= 4 + 0 + 1
= 5
Tabel Bilangan Biner
Mengubah bilangan desimal ke biner dapat dilakukan dengan terus-menerus membagi bilangan tersebut dengan 2 sampai bilangan tersebut habis (sampai hasil bagi yang didapat adalah 0). Sisa pembagian tiap dilakukannya pembagian diurutkan terbalik dari kanan ke kiri, urutan angka-angka 1 dan 0 tersebut akan membentuk bilangan biner dari bilangan desimal tersebut.
Agar dapat lebih mudah dimengerti, berikut contoh mengubah bilangan desimal 6 menjadi bilangan biner:
Pertama-tama bagi 6 dengan 2, sisa pembagian yang didapat adalah 0, hasil pembagian adalah 3. Pembagian 3 dengan 2 memberikan sisa bagi 1 dan hasil bagi 1. Mulai dari sisa bagi 1 yang terakhir ini, tambahkan sisa bagi sebelumnya secara terurut, sehingga didapat bilangan biner '110'. Bilangan biner '110' merupakan representasi bilangan biner dari bilangan desimal 6.
6 ÷ 2 = 3 (sisa 0) ---> bilangan biner = '0'
3 ÷ 2 = 1 (sisa 1) ---> bilangan biner = '10'
1 ÷ 2 = 0 (sisa 1) ---> bilangan biner = '110'
Cara Mengubah Bilangan Biner ke Desimal
Mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing digit dengan 2 pangkat bilangan tertentu, bilangan yang menjadi pangkat dari angka 2 tersebut ditentukan sesuai dengan posisi digit tersebut. Digit biner paling kanan dikalikan dengan 20, digit kedua dari kanan dikalikan dengan 21, dan seterusnya. Agar dapat lebih mudah dimengerti, berikut contoh mengubah bilangan biner '101' menjadi bilangan desimal.
Menghitung bilangan desimal dari bilangan biner '101':
- Digit paling kanan = 1, dikalikan dengan 20
- Digit kedua dari kanan = 0, dikalikan dengan 21
- Digit ketiga dari kanan = 1, dikalikan dengan 22
Bilangan desimal dari biner '101':
= (1×22) + (0×21) + (1×20)
= (1×4) + (0×2) + (1×1)
= 4 + 0 + 1
= 5
Tabel Bilangan Biner
| Bilangan Desimal | Bilangan Biner |
|---|---|
| 0 | 00000000 |
| 1 | 00000001 |
| 2 | 00000010 |
| 3 | 00000011 |
| 4 | 00000100 |
| 5 | 00000101 |
| 6 | 00000110 |
| 7 | 00000111 |
| 8 | 00001000 |
| 9 | 00001001 |
| 10 | 00001010 |
| 11 | 00001011 |
| 12 | 00001100 |
| 13 | 00001101 |
| 14 | 00001110 |
| 15 | 00001111 |
| 16 | 00010000 |
| 17 | 00010001 |
| 18 | 00010010 |
| 19 | 00010011 |
| 20 | 00010100 |
| 21 | 00010101 |
| 22 | 00010110 |
| 23 | 00010111 |
| 24 | 00011000 |
| 25 | 00011001 |
| 26 | 00011010 |
| 27 | 00011011 |
| 28 | 00011100 |
| 29 | 00011101 |
| 30 | 00011110 |
| 31 | 00011111 |
| 32 | 00100000 |
| 33 | 00100001 |
| 34 | 00100010 |
| 35 | 00100011 |
| 36 | 00100100 |
| 37 | 00100101 |
| 38 | 00100110 |
| 39 | 00100111 |
| 40 | 00101000 |
| 41 | 00101001 |
| 42 | 00101010 |
| 43 | 00101011 |
| 44 | 00101100 |
| 45 | 00101101 |
| 46 | 00101110 |
| 47 | 00101111 |
| 48 | 00110000 |
| 49 | 00110001 |
| 50 | 00110010 |
| 51 | 00110011 |
| 52 | 00110100 |
| 53 | 00110101 |
| 54 | 00110110 |
| 55 | 00110111 |
| 56 | 00111000 |
| 57 | 00111001 |
| 58 | 00111010 |
| 59 | 00111011 |
| 60 | 00111100 |
| 61 | 00111101 |
| 62 | 00111110 |
| 63 | 00111111 |
| 64 | 01000000 |
| 65 | 01000001 |
| 66 | 01000010 |
| 67 | 01000011 |
| 68 | 01000100 |
| 69 | 01000101 |
| 70 | 01000110 |
| 71 | 01000111 |
| 72 | 01001000 |
| 73 | 01001001 |
| 74 | 01001010 |
| 75 | 01001011 |
| 76 | 01001100 |
| 77 | 01001101 |
| 78 | 01001110 |
| 79 | 01001111 |
| 80 | 01010000 |
| 81 | 01010001 |
| 82 | 01010010 |
| 83 | 01010011 |
| 84 | 01010100 |
| 85 | 01010101 |
| 86 | 01010110 |
| 87 | 01010111 |
| 88 | 01011000 |
| 89 | 01011001 |
| 90 | 01011010 |
| 91 | 01011011 |
| 92 | 01011100 |
| 93 | 01011101 |
| 94 | 01011110 |
| 95 | 01011111 |
| 96 | 01100000 |
| 97 | 01100001 |
| 98 | 01100010 |
| 99 | 01100011 |
| 100 | 01100100 |
| 101 | 01100101 |
| 102 | 01100110 |
| 103 | 01100111 |
| 104 | 01101000 |
| 105 | 01101001 |
| 106 | 01101010 |
| 107 | 01101011 |
| 108 | 01101100 |
| 109 | 01101101 |
| 110 | 01101110 |
| 111 | 01101111 |
| 112 | 01110000 |
| 113 | 01110001 |
| 114 | 01110010 |
| 115 | 01110011 |
| 116 | 01110100 |
| 117 | 01110101 |
| 118 | 01110110 |
| 119 | 01110111 |
| 120 | 01111000 |
| 121 | 01111001 |
| 122 | 01111010 |
| 123 | 01111011 |
| 124 | 01111100 |
| 125 | 01111101 |
| 126 | 01111110 |
| 127 | 01111111 |
| 128 | 10000000 |
| 129 | 10000001 |
| 130 | 10000010 |
| 131 | 10000011 |
| 132 | 10000100 |
| 133 | 10000101 |
| 134 | 10000110 |
| 135 | 10000111 |
| 136 | 10001000 |
| 137 | 10001001 |
| 138 | 10001010 |
| 139 | 10001011 |
| 140 | 10001100 |
| 141 | 10001101 |
| 142 | 10001110 |
| 143 | 10001111 |
| 144 | 10010000 |
| 145 | 10010001 |
| 146 | 10010010 |
| 147 | 10010011 |
| 148 | 10010100 |
| 149 | 10010101 |
| 150 | 10010110 |
| 151 | 10010111 |
| 152 | 10011000 |
| 153 | 10011001 |
| 154 | 10011010 |
| 155 | 10011011 |
| 156 | 10011100 |
| 157 | 10011101 |
| 158 | 10011110 |
| 159 | 10011111 |
| 160 | 10100000 |
| 161 | 10100001 |
| 162 | 10100010 |
| 163 | 10100011 |
| 164 | 10100100 |
| 165 | 10100101 |
| 166 | 10100110 |
| 167 | 10100111 |
| 168 | 10101000 |
| 169 | 10101001 |
| 170 | 10101010 |
| 171 | 10101011 |
| 172 | 10101100 |
| 173 | 10101101 |
| 174 | 10101110 |
| 175 | 10101111 |
| 176 | 10110000 |
| 177 | 10110001 |
| 178 | 10110010 |
| 179 | 10110011 |
| 180 | 10110100 |
| 181 | 10110101 |
| 182 | 10110110 |
| 183 | 10110111 |
| 184 | 10111000 |
| 185 | 10111001 |
| 186 | 10111010 |
| 187 | 10111011 |
| 188 | 10111100 |
| 189 | 10111101 |
| 190 | 10111110 |
| 191 | 10111111 |
| 192 | 11000000 |
| 193 | 11000001 |
| 194 | 11000010 |
| 195 | 11000011 |
| 196 | 11000100 |
| 197 | 11000101 |
| 198 | 11000110 |
| 199 | 11000111 |
| 200 | 11001000 |
| 201 | 11001001 |
| 202 | 11001010 |
| 203 | 11001011 |
| 204 | 11001100 |
| 205 | 11001101 |
| 206 | 11001110 |
| 207 | 11001111 |
| 208 | 11010000 |
| 209 | 11010001 |
| 210 | 11010010 |
| 211 | 11010011 |
| 212 | 11010100 |
| 213 | 11010101 |
| 214 | 11010110 |
| 215 | 11010111 |
| 216 | 11011000 |
| 217 | 11011001 |
| 218 | 11011010 |
| 219 | 11011011 |
| 220 | 11011100 |
| 221 | 11011101 |
| 222 | 11011110 |
| 223 | 11011111 |
| 224 | 11100000 |
| 225 | 11100001 |
| 226 | 11100010 |
| 227 | 11100011 |
| 228 | 11100100 |
| 229 | 11100101 |
| 230 | 11100110 |
| 231 | 11100111 |
| 232 | 11101000 |
| 233 | 11101001 |
| 234 | 11101010 |
| 235 | 11101011 |
| 236 | 11101100 |
| 237 | 11101101 |
| 238 | 11101110 |
| 239 | 11101111 |
| 240 | 11110000 |
| 241 | 11110001 |
| 242 | 11110010 |
| 243 | 11110011 |
| 244 | 11110100 |
| 245 | 11110101 |
| 246 | 11110110 |
| 247 | 11110111 |
| 248 | 11111000 |
| 249 | 11111001 |
| 250 | 11111010 |
| 251 | 11111011 |
| 252 | 11111100 |
| 253 | 11111101 |
| 254 | 11111110 |
| 255 | 11111111 |
Kelas IP Address

IP Address dibedakan menjadi lima kelas, dengan tujuan untuk menentukan jumlah komputer yang dapat terhubung dalam sebuah jaringan.
Pembagian Kelas IP Address
Kelas A
| Format | 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID) |
|---|---|
| Bit Pertama | 0 |
| Panjang Net ID | 8 bit (1 oktet) |
| Panjang Host ID | 24 bit (3 oktet) |
| Oktet pertama | 0 - 127 |
| Range IP address | 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan) |
| Jumlah Network | 126 |
| Jumlah IP Address | 16.777.214 |
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B
| Format | 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID) |
|---|---|
| 2 bit pertama | 10 |
| Panjang Net ID | 16 bit (2 oktet) |
| Panjang Host ID | 16 bit (2 oktet) |
| Oktet pertama | 128 - 191 |
| Range IP address | 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx |
| Jumlah Network | 16.384 |
| Jumlah IP address | 65.534 |
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C
| Format | 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID) |
|---|---|
| 3 bit pertama | 110 |
| Panjang Net ID | 24 bit (3 oktet) |
| Panjang Host ID | 8 bit (1 oktet) |
| Oktet pertama | 192 - 223 |
| Range IP address | 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx |
| Jumlah Network | 2.097.152 |
| Jumlah IP address | 254 |
Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D
| Format | 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm |
|---|---|
| 4 Bit pertama | 1110 |
| Bit multicast | 28 bit |
| Byte Inisial | 224-247 |
| Deskripsi | Kelas D adalah ruang alamat multicast |
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E
| Format | 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr |
|---|---|
| 4 bit pertama | 1111 |
| Bit cadangan | 28 bit |
| Byte inisial | 248-255 |
| Deskripsi | Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental |
Langganan:
Postingan (Atom)

















